Masjid AlFalah Kepanjen


Masjid AlFalah Cepokomulyo


Alhamdulillaah...
Pertama, Marilah kita membiasakan bersyukur kepada allah, yang mana Allah telah memberikan kenikmatan yang banyak dan luar biasa sekali kepada kita, baik kesehatan jasmani rohani serta kesehatan ekonomi, selain itu allah juga telah memberikan berbagai fadhilah ketrampilan masing masing kepada kita, misalnya bisa mengetik seperti yang njenengan baca saat ini, alhamdulillah dengan ketrampilan ini, saya ingin berbagi tulisan mengenai sebuah Masjid, dan kali ini ingin menulis tentang keberadaan Masjid Al-Falah ini, menulis tentang kegiatan peribadatan, kegiatan harian, mingguan, bulanan, kegiatan tahunan serta kegiatan extra lainnya, menulis tentang masjid secara otomatis mengupas sedikit "Apa manfaat masjid ada di sekitar kita". Sungguh patut juga disyukuri bahwa kita berada dalam suasana aman dan nyaman seperti sekarang ini, sehingga dengan suasana begini ini kita bisa beraktifitas normal. Yang ingin ngopi ya bisa nyantai ngopi, yang wayae dodolan, wayae berangkat kerja, wayae ke sawah, yang berangkat sekolah, ya semua bisa dilakukan sebagaimana mestinya. Bahkan untuk kegiatan ke ladang pun dibutuhkanlah suasana yang aman dan tenang. Jadi monggo membiasakan bersyukur mawon.

Kedua, Marilah kita membiasakan juga bersholawat, berkirim salam kepada panutan kita nabi Muhammad saw. Sang pembawa cahaya keimanan, satu satunya contoh suri tauladan kehidupan yang bisa membawa kebahagiaan bagi alam. Para pembaca yang berbahagia, sebelum memasuki inti pembahasan terlebih dahulu saya ingin mengupas tentang arti Masjid itu sendiri. Namun dalam tulisan ini, bukanlah saya ingin mengajari atau keminter kepada para pembaca, saya kira kita sudah mengetahui dan pinter semua, hanya sifatnya mengulang kalimat saja. Dan dalam tulisan ini saya sertakan foto dan video sebagai pelengkap dalam tulisan ini. eee... bekmenowo diantara pembaca ini, ada yang selalu melewati masjid AlFalah ini, mungkin pakaiannya terkena najis, atau pas lagi pakai kaos ora usah kesusu pulang tapi sholat disini mawon, masjid menyediakan Mukena, Sarung serta Baju. Atau siapa tau... disana ada yang berdomisili disekitar masjid atau ada yang masih di bangku sekolah yang masih aras arasen melangkah maka saya berusaha mencari celah dengan trik pola pendekatan model kuno begini, siapa tau, setelah membaca, dibarengi hidayah allah turun, semoga mereka akan enteng melangkah ke masjid. 

Baiklah kita kembali pada pembahasan Masjid. Arti yang mudah dipahami Masjid adalah tempat beribadah orang yang beragama islam. Bila ada pertanyaan, apakah masjid itu maka rata rata mereka akan menjawabnya, tempat beribadah orang yang beragama islam, jawaban itu sudah betul. Selain itu Masjid adalah rumah allah yang ada di bumi, kita umpamakan demikian saja, karena kita tahu bahwa masjid sangat sensitif sekali, mulai dari dulu mbah kita mencontohkan demikian Artinya apa, bila ada orang yang berbuat negatif di masjid maka secara otomatis warga muslimin akan protes dengan perbuatan negatif tersebut. Kita belum pernah menjumpai peristiwa begini, umpama contoh begini, tiba2 ada rombangan 3 kendaraan yang berhenti di masjid, selesai melaksanakan sholat jamak, lalu rombongan tersebut makan nasi bungkus bersama sama didalam masjid, sisanya berserakan dikarpet karpet masjid, serta buang sampah sembarangan, tentu ini tidak mungkin sekali. Mereka nggak mungkin akan mengotori masjid, Lebih lebih rombongan tersebut dalam perjalanan ziarah, pastilah mereka faham tentang kebersihan dan kesucian. Bahkan salah satu orang tua rombongan yang memiliki putra dan putri seusia balita, pasti akan lebih extra menjaga putranya bila memasuki masjid, dengan bergantian sholatnya, berkhawatir bila sholat bersama, putranya nanti tiba tiba terkencing gak ngomong, berlarian didalam masjid, teriak teriak, atau riwa riwi  pas ketika jamaah berlangsung. Kejadian seperti anak anak rame, berlarian dimasjid, ini kemungkinan terjadi juga dimasjid masjid lain. Jadi meskipun tidak ada aturan tertulis rata rata kita masih akan menjaga suasana masjid itu sendiri. Ini sekedar contoh saja tentang kesensitifan masjid dimana pun itu, yang hingga saat ini otomatis sensitifnya masih ada. 

Selain dari pada tempat sholat, masjid bisa dimanfaatkan sebagai tempat kegiatan belajar, sebagai  tempat untuk majlis taklim. Jadi menulis tentang Masjid Al-Falah ini, sangat menarik sekali karena di Masjid berlantai 2 ini yang didirikan sejak april 2005, telah mengadakan berbagai kegiatan. Dan Masjid AlFalah ini alhamdulillah, memiliki fasilitas : 2 Tempat wudhu didepan, Tempat wudhu didalam untuk putra / putri, 2 kamar mandi, halaman parkir motor, ruang kesehatan, ruang remaja masjid, menyediakan Mukena, Sarung dan Baju bahkan takmir menyediakan Teh Kopi gratis. Jadi untuk masyarakat yang setiap hari pulang pergi melewati masjid ini, monggo singgah dulu sholat dua rokaat. Ora usa terlalu dikejar, selesai sholat, monggo ngopi dulu sambil udot. hehehe.... Tapi jangan lupa, buanglah sampah pada tempatnya, selesai berngopi mohon dicuci lagi gelasnya. Agar jamaah lain mudah menikmatinya.

Masjid Al-Falah Cepokomulyo

Masjid Al-Falah Cepokomulyo
            Fasilitas bersuci Masjid Al-Falah


Pada umumnya masjid manapun pasti memiliki tempat wudhu dan kamar mandi, itu sudah lumrah. Dan yang standard memang itu, selain dari pada itu, keperluan kipas angin dan pengeras suara penting sekali terutama waktu sholat dhuhur dan asar, kipas angin sangat diperlukan, dimana jamaahnya rata rata dari perjalanan kena terik matahari, nah pas masuk masjid kalo bisa diruangan untuk sholat terasa icis dan sejuk dan pengeras suara yang bagus juga penting. Meskipun masjid itu memiliki ruang wudhu 4 lantai misalnya, 15 kamar mandi, tapi diruangan sholat howonya sumuk, ya jamaah sholatnya ora biso enjoy, wes sumuk, ada nyamuk pisan.  Atau pengeras suaranya mbrebet, spikernya ora penak blas, ya ini menyebabkan para jamaah bergelisah. Para takmir masjid manapun juga demikian, ingin memberi kenyamanan jamaah, ingin memfungsikan masjid yang lebih, ingin memanfaatkan masjid secara maximal, menyemarakkan. Bagaimana caranya memodifikasi masjid ini agar suasananya hidup, ya harus dengan kebersamaan kerja tentunya dan diisi dengan kegiatan. Tidak sekedar tempat untuk sholat. Sehingga terkesan monoton ritme nya, apa yang terjadi, yang terjadi adalah setelah jamaah sholat selesai maka lengang lagi suasananya. Apalagi masjid itu berada dipinggir jalan yang ramai lalu lintasnya, kalau bisa 50 meter sebelum pintu masuk masjid jalur harus steril, ini maksudnya agar pengunjung bermotor dan bermobil yang mau sholat dimasjid mudah berparkir. Kalau akses jalan menuju masjid kurang bebas leluasa, ini bisa mengurangi minat peserta jamaah ke masjid tersebut.

Masjid Al-Falah Cepokomulyo
                 Tempat Sarung dan Busana muslim untuk jamaah

Dan alhamdulillah hingga saat ini di masjid Al-Falah ini sudah mengadakan kegiatan kegiatan rutin serta ada kegiatan extra sosialnya. Mulai belajar ngaji al-qur'an, seni banjari, belajar seni suara. Misalnya contoh kegiatan yang sudah berjalan di Masjid Al - Falah selama ini, ada yang harian, mingguan, bulanan serta kegiatan tahunan. yaitu kegiatan Khataman al- quran yang dilakukan setiap bulannya pada minggu pertama, Bagi bagi makanan dan minuman setiap bakda sholat jumat, Pengajian Tafsir setiap hari minggu dan Fiqh setiap hari jumat bakda magrib serta Khitanan gratis. Jadi pembaca yang budiman, untuk yang khitan gratis ini, bila bapak ingin mendaftarkan putranya khitan, silahkan berdiskusi dengan takmir masjid Al-falah. Selain itu yang ingin hadir di majlis taklim, ingin belajar mengaji, ingin memperoleh keberkahan, atau yang pas sedang lewat di masjid ini ada kegiatan pengajian, monggo silahkan hadir. Karena apa....ya tentu nambah ilmu thoo... Dan yang luar biasa adalah pahala hadir mengikuti majlis taklim, pointnya adalah sama dengan sholat sunah seribu rokaat. Saya kira point nya ini sangat luar biasa sekali dan untuk di zaman ini, yo uwabot, soale rata rata kita sudah dikepung dengan kesibukan, ditambah lagi rata rata kita sudah punya 4 ram sendiri sendiri. Ditombol tomboool ae, bahkan ketika melewati kelompok 5 orang misalnya, maka mereka ndingkluk sedoyo asyik dengan androidnya bahkan di lampu merah saja, yang hanya 2 menit, sek nyempat no kudu nombol. Begitu kuatnya pengaruh 4 ram tersebut. Dan bonus pahala menghadiri majelis taklim sama dengan mengerjakan seribu rokaat ini memang diperuntukkan umatnya beliau kanjeng nabi Muhammad saw. Dan masih ada 2 pahala lagi, yang luar biasa, sengaja tidak saya tulis disini.

Masjid ALFalah Cepokomulyo

Masjid ALFalah Cepokomulyo
                       2 kamar mandi putra + Tempat sampah

Nah apabila kita yang menetap, berdomisili tidak jauh dari masjid, harus sangat sangat bersyukur sekali, artinya apa, pengaruh positif selalu ada, peluang beramal untuk akhirat,  amal sosial ora jauh, ora sulit untuk menyalurkan. Terkadang ada lho orang yang mempunyai hajat dan dirumahnya ingin diadakan sholawatan, ingin mengadakan khataman tapi karena jauh dari Masjid, nggak tahu piye jalurnya. Bila kondisinya demikian, ingin yang praktis dan efisien, di salurkan saja ke masjid jariyahnya, terutama untuk warga disekitaran Cepokomulyo Kepanjen - Malang, bila mendapati situasi yang demikian, ora usah khawatir, monggo jariyahnya bisa disalurkan di masjid ini. Soalnya apabila diberi kelebihan rezeki tapi kurang tepat sasaran dalam penyalurannya, alangkah emannya. Selain itu dengan menetap tidak jauh dari masjid maka secara otomatis masih masuk area frekwensi, radius jangkauan sinyal, yang dengan demikian setiap hari terdengar suara adzan. Kita semua sudah mengetahui bahwa adzan adalah panggilan allah. Coba kita bayangkan bila kita singgah di suatu tempat dan jauh dari kanan kiri yang tidak terdengar suara adzan. Dampak yang terasa adalah bahwa diarea tersebut tidak terlihat nuansa adem, artinya ora kelihatan orang yang berangkat ke masjid, berangkat ngaji dan lain sebagainya. Yang terlihat hanyalah lalu lalang orang sibuk. Namun masih mending bila ternyata ada mushola. Yang masih menjadi tanda tanya adalah, walaupun sudah mendengar seruan adzan tapi tidak semua yang mendengar adzan itu lantas mereka pada bergegas memenuhi panggilan adzan tersebut. Apalagi yang ora terdengar adzan. Makanya disiasatilah, sebelum kumandang adzan biasanya dimasjid masjid speker mulai bunyi dulu di play dengan lantunan bacaan bacaan alquran, ini dimaksudkan agar mereka yang lagi di sawah agar ndang dibilas paculnya, yang lagi di tokonya atau yang sedang tidur, atau yang sedang berhadapan dengan komputer dikantor misalnya agar segera bergegas dan cukup waktu untuk mengikuti jamaah dengan adanya suara warning tersebut. Apalagi pas hari jumat, sayyidul ayyam, semakin panjang durasi suara warning tersebut maka semakin baik bagi jamaah dan baik juga bagi daerah sekitarnya. Umpama jamaah ingin berangkat lebih awal bisa lebih bergairah. Dan dengan adanya warning ingin ikut jamaah itu ora gendadapan budalnya. ora noyol noyol gitu. 

Untuk bisa berancang ancang meninggalkan kesibukannya pada saat ada suara warning berkumandang, iku ae uwabot, opo mane ora pakai warning, tentu ini  adalah hal yang luar biasa, membutuhkan latihan kebiasaan yang kontinyu.  

Pembaca yang budiman. Adzan Ini merupakan gelombang suara atau sinyal khusus kepada alam, baik itu tumbuhan rumput, tanah dan batu serta serangga. Jangan dikira benda benda di bumi itu tidak bisa mendengar frekwensi tersebut. Kita tidak usah bertanya ; opo iyo..., mocok ce...  Namun harus kita sadari bahwa alam indera kita aja yang masih terbatas, begitu. Di udara misalnya, telinga kita bisa mendengar suara dengan baik, namun didalam air indera pendengaran kita ora mendengar apa apa. Bahkan dianjurkan adzan malah, andai terjadi angin kencang atau hujan yang sangat lebat.

Masjid Al-Falah Cepokomulyo

Masjid Al-Falah Cepokomulyo

Masjid Al-Falah Cepokomulyo

                 Lantunan bacaan ayat Al-qur'an (khataman)


Apalagi misalnya dimasjid masjid njenengan itu ada kegiatan hataman al-qur'an misalnya, ada pembacaan sholawatan (diba'an) ,  tahlilan serta istighosah, serta ditambah ada pengajian agama, nah ini adalah point, ini adalah nutrisi keimanan, ini adalah vitamin tubuh. Sungguh istimewa lingkungan yang kayak demikian. Karena ora mesti, saben masjid itu gencar dengan kegiatan. Maksudnya begini, andai kegiatan, atau kumpul kumpul itu gencar maka disitu konsumsi juga gencar, ya to...? apa itu disediain kopi aja, atau sekalian gorengannya, maka dengan seringnya bermajelis taklim itu maka perekonomian berjalan di wilayah tersebut. Ekonominya ya ikut muter. Selain berefek keekonomi, bila kegiatan majlis itu ada, maka secara otomatis diatas area lingkungan itu selalu berseliweran frekwensi positif. Setidaknya arwah leluhur kita ini ikut tersenyum, karena selalu kebagian doa. Alam disekitar saja mendapatkan efek positif dari kegiatan tersebut apalagi mereka yang hadir dimajelis, maka akan mendapatkan lebih. Ya dapat siraman rohmah, sekaligus dapat siraman kopi hangat. 

Bukankah tehnologi sudah menggambarkan bahwa dalam permainan Play Station, pemain akan memburu point, agar dapat tambahan amunisi misalnya, Apalagi jika dikaitkan dengan masa sekarang, dimana sekarang lagi musim sinyal, dimana mana menggelantung bermacam kabel, dan otak kita seakan dipaksa untuk tertaut dengan sinyal setiap harinya. Sinyal dari modem itu memang ada tapi tidak bisa disentuh dan dilihat, ini lebih canggih dibanding dengan arus + pada istilah kelistrikan. Sesuatu yang gaib tapi ora dianggap gaib (ora bisa dilihat tapi disentuh mengagetkan). Bisa di deteksi dengan alat bahwa diarea ini ada sinyal for ji.. Dulu 2G sekarang 4G. Jadi bila kita padukan pada tehnologi yang semakin canggih ini, sebenarnya ini sudah menggambarkan bahwa setiap saat memang ada arus frekwensi diatas kepala kita. Mung nanging ora kelihatan. HP itu akan berfungsi baik, kalau mendapat sinyal yang lebih. Nah kegiatan majelis taklim tersebut diatas merupakan modem, sumber turunnya berbagai macam sinyal, boleh percaya atau tidak bahwa saat itulah turunnya siraman rohmah, Allah menurunkan rohmatNya pada kumpulan majlis taklim, maka sudah sepatutnya kita berusaha melangkah mendekat pada sumber sinyal itu. Bukan malah maido utowo menghalang halangi. Utowo ya hadir dimajelis tapi ndempis ndek pojok an. Jadi sedikit demi sedikit di era modern ini mengungkapkan bahwa hal yang gaib itu memang ada. Mau mengelak yang bagaimana lagi. Kalau dihitung kurang lebih seratus tahun jarak antara ditemukannya listrik dan wifi. (mung kiro kiro)

Masjid Al-Falah Cepokkomulyo

Masjid Al-Falah Cepokomulyo

                               Kegiatan tahunan GP Ansor


Jadi alhamdulillah, bisa dikatakan bahwa majelis taklim yang ada di masjid masjid, atau di dimana pun itu, bagaikan vitamin, bagaikan nutrisi tubuh agar sehat awet. Adakalanya ingin menghadiri tapi terhalang rutinitas, adakalanya sudah ancang ancang ingin hadir eeee... awak kesel kabeh. Kalo nggak menyempatkan, ya banyak kendala memang. Setiap orang itu punya sibuk yang beragam dan nuruti penggawaean, yo ora ono habisnya. Syukur syukur meskipun ora hadir karena padatnya rutinitas tapi gelasnya yang hadir, kan lumayan guna mendukung kegiatan tersebut. Karena sudah dimaklumi bahwa setiap ada kegiatan, apa itu kerja bakti, seminar, walimahan, maka akan membutuhkan konsumsi. 

Oleh karena itu dengan ketrampilan yang ada ini, awalnya sih hanya ingin berbagi saja, menulis beberapa kegiatan yang sudah berjalan di masjid ini, namun ada hadist yang sering dibacakan pada majelis majelis pengajian bahwa ada 3 pahala yang akan terus mengalir, salah satunya yaitu "Ilmu yang bermanfaat". Nah dengan bersandar arti hadist tersebut, maka pada tulisan ini menginformasikan tentang Manfaat masjid disekitar kita. Dengan momen yang ada ini, monggo lebih menyempatkan waktu ke masjid. 

Bila membaca sejarahnya orang orang alim dulu, rata rata ibadahnya beliau itu abot abot, bahwa ada yang amaliahnya beliau itu, yang sekali duduk bisa 5 juz membaca Alquran, seminggu hatam 3 kali, sekali usholli 15 salam, 5 kali selalu dishof depan, ada yang hampir setiap hari ada di Majelis taklim, saben wulan Poso, bila melihat pilihan ibadah tersebut, untuk dizaman sekarang memang langka, dan untuk meniru salah satunya, yo uwabot, saya berharap, dengan fadhilah yang allah berikan, melalui tulisan ini, semoga ada manfaatnya, terus terang saya ingin sekali mendapat cabang aliran pahala. (dalam rangka mewujudkan arti hadist tersebut), Dan mugo mugo dengan tulisan sekelumit ini, kita sama sama mendapat pitulunge allah. Dan bila ingin meniru ibadahnya beliau beliau itu, awalnya yo kudu sering sering marani masjid. Apakah dikira beliau beliau itu tidak sibuk, justru beliau beliau itu mempunyai sibuk diatas rata rata2, namun beliau bisa mengendalikan. Kita tidak tahu kerahasiaan istiqomahnya beliau beliau itu dan kita juga tidak dikenalnya oleh mereka. Kerahasiaan itu apakah dengan sholatnya, dzikirnya, puasanya atau shodaqohnya. Makanya sekarang diMedSos ada istilah di share digrup. Dan guru kita mengajarkan bertawasul, dengan berharap mendapat cipratan dari salah satu istiqomah beliau. Atau diberikan kemudahan mengamalkan ilmunya yang beliau susun. Setidaknya harus ada terobosan harus ada metode rangsangan unik, agar kita mengetahui manfaatnya masjid yang sesungguhnya. 

Masjid Al Falah Cepokomulyo

                          Menunya Lontong sayur


Kegiatan yang sudah ada dimasjid masjid njenengan ini, kita syukuri dulu, dengan harapan kegiatan extra yang ada ini bisa istiqomah berkembang lebih baik serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang lebih luas.

Namun tidak dipungkiri bahwa untuk mengadakan sebuah kegiatan di Masjid yang bisa terus menerus itu, bukanlah hal yang mudah. Begitu pula apabila kegiatan itu sudah ada, misalkan pengajian,  belum tentu pengajian tersebut yang hadir banyak. Maka di butuhkanlah iming iming. Dagang saja membutuhkan strategi iming iming. Seperti beli satu dos dapat mangkok misalnya, belanja satu M dapat rumah umpama. Makanya di Masjid Al-Falah ini, para takmir sudah berdiskusi akan mengadakan program setiap selesai acara majelis taklim mingguan, para jamaah akan di suguhi Rawon ples Teh hangat, atau nasi Pecel ples jahe hangat. Tentu ini suatu yang mungkin sekali, insyaallah.  Dan program semacam ini, alhamdulillah sudah terlaksana, yaitu setiap selesai acara khataman al-qur'an. Selain itu juga takmir masjid Al-Falah sudah berdiskusi di berbagai ruangan, berancang ancang akan menyediakan fasilitas menginap gratis, untuk para jamaah muslim yang sedang musyafir. Semoga, insyaallah.

Oleh karena itu .... monggo di masjid didaerah kita masing masing, kita kawal bersama kegiatan kegiatan yang sudah ada, diramaikan dimakmurkan, diistiqomahkan, disinergikan antar kesiapan masing masing, bagaimana acara kegiatan itu bisa berjalan sat set. Dan ora usah khawatir masalah menu, insyaallah menu itu akan mengikuti dengan sendirinya. aamiiin.

Monggolah dipaksa diri untuk menuju sat set, ora usa tolah toleh lagi. Apakah nggak eman, andai kita berdomisili sepuluh menit ke masjid namun jarang hadir ke masjid disetiap harinya, eeee mboh magrib aja, utowo subuh aja. Mosok pendak jumat baru hadir ke masjid. Mumpung gerak anggota tubuh ini masih nyaman. Ora gampang linu dan ora gampang kesemutan. Ora usah ngenteni punya SPBU 3, baru sergep ke masjid. Ora usah menunggu punya 5 ruko baru giat ke masjid. Disaat yang longgar begini ini, seharusnya sandal kita sering berparkir di masjid, eeee bek menowo, siapa tau tiba tiba nanti punya 4 toko grosir, kita sudah memiliki kebiasaan memarkir sandal kita di masjid. Jadi ora silau dengan kesibukan.

Untuk iktikaf dimasjid, berwirid lamaaaa, atau gak lapo lapo tiba tiba baca al-qur'an misalnya, kalau belum terbiasa ya angel memang. Apalagi di masjid itu berada didaerah yang sibuk, sehingga setiap selesai berjamaah sholat, jamaahnya langsung bubar satu demi satu, (padahal itu baru sepuluh menit) sehingga jamaah lain yang ingin nyantai dulu berwiridan, juga ikutan ingin segera keluar masjid. Lain sekali bila kita berjamaah sholat dimasjid jami' alun alun Malang misalnya, atau dimasjid Ampel, wah disana para jamaahnya khusuk  khusuk, ada yang baca alquran, bersholat lamaaaa sekali, ada yang berwiridan dan lain sebagainya. Sehingga pemandangan itu, membuat yang lain betah ingin berlama lama dimasjid. Nah pemandangan yang kayak begini mulai langka. Karena ya itu tadi. Sudah dikepung dengan kesibukan, terkejar dengan jam kerja. Padahal pemandangan itu ya virus.  

Pembaca yang berbahagia.... seperti yang sudah ditulis diawal paragraf bahwa kita telah dikaruniai ketrampilan pada masing masing individu oleh allah, nah bila kita telusuri lebih kedalam lagi ternyata beberapa jamaah setia masjid Al-Falah ini memilikinya, ada yang ahli dibidang Bangunan. Bila njenengan mencari ahli bangunan, mulai nol hingga mbangun lantai 4, alhamdulillah di Masjid Al-Falah ini ada ahlinya, Hafidz ada, ahli Hukum ada, ahli tarik suara ada, ahli mesin ada, ahli perkayuan, ahli seni kaligrafi, bahkan kelistrikan. 


                           Lantunan sholawat grup masjid Al-Falah


Alhamdulillah di masjid Al-falah ini sudah terbentuk grup seni banjari. Anggotanya terdiri dari adik adik remaja yang masih setingkat SD dan SMP. Tehnik Suara dan Memainkan alat sudah lumayan bagus. Semoga dengan grup banjari beserta jamaah setia majelis sholawatan ini menjadikan Rosululloh dan Sahabatnya tersenyum.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar